Alat Penangkapan Ikan | Bagan Perahu

Perikanan Indonesia kali ini akan menyampaikan sebuah penuturan mengenai salah satu jenis Alat Penangkapan Ikan yaitu Bagan Perahu. Beberapa dari pengunjung mungkin sudah mengenal mengenai Bagan Perahu, bahkan tidak menutup kemungkinan beberapa orang ada yang sudah pernah naik ke Bagan Perahu. Namun untuk pengunjung yang jauh dari laut pasti kebingungan, mengenai alat penangkapan ikan ini.  Baiklah langsung saja kita simak penuturan singkat mengenai Alat Penangkapan Ikan Bagan Perahu.

Alat Penangkapan Ikan | Bagan Perahu

Bagan perahu adalah salah satu jenis alat tangkap yang dioperasikan di Polewali. Bagan perahu umumnya menangkap lebih dari satu jenis ikan, khususnya ikan pelagis kecil.

Bagan ini sering pula disebut sebagai bagan perahu listrik. Ukurannya bervariasi, tetapi di Sulawesi Selatan umumnya menggunakan jaring dengan panjang total 45 m dan lebar 45 m, berbentuk segi empat bujur sangkar dengan ukuran mata jaring 0,5 cm dan bahannya terbuat dari waring.

Bagan perahu termasuk ke dalam kelompok jaring angkat (lift nets). Selain bagan perahu, alat tangkap yang masuk dalam kelompok jaring angkat adalah bagan tancap, bagan rakit, jaring banrong, anco tetap, dan lain-lain (Subani,1989). Selanjutnya jenis bagan apung ini dapat diklasifikasikan lagi menjadi 4 jenis bagian, yaitu bagan dengan satu perahu, bagan dengan dua perahu, bagan rakit, dan bagan dengan menggunakan mesin.

Alat Penangkapan Ikan | Bagan Perahu

Alat Penangkapan Ikan | Bagan Perahu

Bagian-bagian bagan perahu antara lain :

1. Perahu,
Perahu ini digunakan untuk menopang bangunan bagan (kerangka bagan) dan mobilisasi/ bergerak mencari daerah penangkapan ikan.

2. Badan jaring
Umumnya menggunakan jarring dengan panjang total 45 m dan lebar 45 m, berbentuk segi empat bujur sangkar dengan ukuran mata jaring 0,5 cm.

3. Rumah
Rumah ini terletak di bagian tengah bangunan bagan. Rumah berfungsi untuk tempat istirahat, tempat generator listrik, bahan baker serta perlengkapan laut lainnya, biasanya berukuran 8×3 meter.

4. Lampu merkuri
Lampu ini berfungsi untuk mengumpulkan ikan atau sebagai penarik ikan.

5. Pemberat/ jangkar
Pemberat digunakan agar bangunan kapal tidak terbawa arus pada saat operasi yang memungkinkan posisi/ lokasi penangkapan alat tangkap bagan menetap.

6. Anjang-anjang
Anjang-anjang berfungsi untuk menjaga keseimbangan bangunan bagan, terletak pada kedua sisi bangunan bagan. Umumnya dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga membentuk suatu rangkaian yang bersilangan.

7. Tali ris
Tali ris berfungsi untuk menguatkan tepi jarring sehingga tidak terbelit.

8. Tali selambar
Tali selambar berfungsi untuk menurunkan dan mengangkat jarring pada saat pengoperasiannya. Panjang tali ini biasanya sekitar 60 m untuk satu bagian, dengan diameter 2,5 cm yang terbuat dari bahan polyethylene.

9.  Alat penggulung tali (line hauler)
Alat ini digunakan untuk memudahkan penarikan tali agar tali dapat tergulung dengan baik. Alat pemutarnya terbuat dari kayu yang panjangnya 2-3 m dengan diameter 30 cm. Biasanya satu buah yang terletak di bagian sisi depan dari bagan tersebut.

10. Kawat baja (wire leader)
Kawat baja digunakan untuk memperkuat bangunan bagan (kerangka bagan) dengan diameter 0,5 cm. Kawat tersebut tertumpu pada tiang utama perahu panjang 15 m.

Ukuran untuk alat tangkap bagan sendiri beragam mulai dari 13 x 2,5 x 1,2 m hingga 29 x 29 x 17 m. Parameter alat tangkap ini adalah bagan perahu menggunakan atraktor berupa lampu, sehingga banyak ikan-ikan pelagis bergerombol pada cahaya yang dijatuhkan ke permukaan air oleh lampu tersebut. Dengan ukuran mata jaring sebesar 0,5 cm, maka ikan-ikan pelagis tersebut dapat ditangkap dengan mudah. Sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal.

Alat Penangkapan Ikan | Bagan Perahu

Sumber :
1. Subani W dan HR Barus. 1989. Alat Penangkapan Ikan dan Udang Laut Indonesia.
2. Sudirman.2004.Teknik Penangkapan Ikan.Jakarta

Tags: , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

2 Responses

  1. Terimah kasih telah berbagi ilmu lingkup perikanan, tapi ada tida reverensi jenis bagang Dua Perahu..?, kalau ada tolong post

  2. Alat Penangkapan Ikan | Bagan Perahu

    Bagan perahu adalah salah satu jenis alat tangkap yang dioperasikan di Polewali. Bagan perahu umumnya menangkap lebih dari satu jenis ikan, khususnya ikan pelagis kecil.

    Bagan ini sering pula disebut sebagai bagan perahu listrik. Ukurannya bervariasi, tetapi di Sulawesi Selatan umumnya menggunakan jaring dengan panjang total 45 m dan lebar 45 m, berbentuk segi empat bujur sangkar dengan ukuran mata jaring 0,5 cm dan bahannya terbuat dari waring.

    Bagan perahu termasuk ke dalam kelompok jaring angkat (lift nets). Selain bagan perahu, alat tangkap yang masuk dalam kelompok jaring angkat adalah bagan tancap, bagan rakit, jaring banrong, anco tetap, dan lain-lain (Subani,1989). Selanjutnya jenis bagan apung ini dapat diklasifikasikan lagi menjadi 4 jenis bagian, yaitu bagan dengan satu perahu, bagan dengan dua perahu, bagan rakit, dan bagan dengan menggunakan mesin.

    Alat Penangkapan Ikan | Bagan Perahu
    Alat Penangkapan Ikan | Bagan Perahu

    Bagian-bagian bagan perahu antara lain :

    1. Perahu,
    Perahu ini digunakan untuk menopang bangunan bagan (kerangka bagan) dan mobilisasi/ bergerak mencari daerah penangkapan ikan.

    2. Badan jaring
    Umumnya menggunakan jarring dengan panjang total 45 m dan lebar 45 m, berbentuk segi empat bujur sangkar dengan ukuran mata jaring 0,5 cm.

    3. Rumah
    Rumah ini terletak di bagian tengah bangunan bagan. Rumah berfungsi untuk tempat istirahat, tempat generator listrik, bahan baker serta perlengkapan laut lainnya, biasanya berukuran 8×3 meter.

    4. Lampu merkuri
    Lampu ini berfungsi untuk mengumpulkan ikan atau sebagai penarik ikan.

    5. Pemberat/ jangkar
    Pemberat digunakan agar bangunan kapal tidak terbawa arus pada saat operasi yang memungkinkan posisi/ lokasi penangkapan alat tangkap bagan menetap.

    6. Anjang-anjang
    Anjang-anjang berfungsi untuk menjaga keseimbangan bangunan bagan, terletak pada kedua sisi bangunan bagan. Umumnya dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga membentuk suatu rangkaian yang bersilangan.

    7. Tali ris
    Tali ris berfungsi untuk menguatkan tepi jarring sehingga tidak terbelit.

    8. Tali selambar
    Tali selambar berfungsi untuk menurunkan dan mengangkat jarring pada saat pengoperasiannya. Panjang tali ini biasanya sekitar 60 m untuk satu bagian, dengan diameter 2,5 cm yang terbuat dari bahan polyethylene.

    9. Alat penggulung tali (line hauler)
    Alat ini digunakan untuk memudahkan penarikan tali agar tali dapat tergulung dengan baik. Alat pemutarnya terbuat dari kayu yang panjangnya 2-3 m dengan diameter 30 cm. Biasanya satu buah yang terletak di bagian sisi depan dari bagan tersebut.

    10. Kawat baja (wire leader)
    Kawat baja digunakan untuk memperkuat bangunan bagan (kerangka bagan) dengan diameter 0,5 cm. Kawat tersebut tertumpu pada tiang utama perahu panjang 15 m.

    Ukuran untuk alat tangkap bagan sendiri beragam mulai dari 13 x 2,5 x 1,2 m hingga 29 x 29 x 17 m. Parameter alat tangkap ini adalah bagan perahu menggunakan atraktor berupa lampu, sehingga banyak ikan-ikan pelagis bergerombol pada cahaya yang dijatuhkan ke permukaan air oleh lampu tersebut. Dengan ukuran mata jaring sebesar 0,5 cm, maka ikan-ikan pelagis tersebut dapat ditangkap dengan mudah. Sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*