Alat Tangkap | Trammel Net

PerikananIndonesia.com akan sedikit membahas mengenai Alat Tangkap. Seperti kita ketahui, untuk menangkap ikan di perairan laut membutuhkan beragam alat tangkap. Perairan laut di Indonesia mempunyai karakteristik yang beragam. Hal tersebut membuat nelayan berpikir untuk memilih Alat Tangkap apa yang cocok digunakan. Kali ini perikananindonesia.com akan memberikan gambaran yang cukup singkat mengenai Alat Tangkap Trammel Net dengan harapan bisa memajukan Perikanan Indonesia.

Alat Tangkap | Trammel Net

Von Brandt (1984) menggolongkan alat tangkap trammel net kedalam kelompok entangling net, karena ikan atau udang tertangkap secara terbelit pada jaring. Alat tangkap ini memiliki konstruksi yang sangat berbeda dengan jaring insang satu lapis (gillnet). Diperkirakan pemberian nama trammel net berasal dari bahasa Perancis – dari kata trios mailles yang berarti tiga mata jaring – dilihat dari konstruksi alat tangkap ini. Adapun menurut klasifikasi Indonesia, alat tangkap trammel net termasuk dalam kelompok jaring insang.

Trammel net memiliki beberapa bagian yang terdiri atas tali ris atas, pelampung, inner net, outer net, tali ris bawah, selvedge dan pemberat. Jaring lapisan dalam (inner net) terletak diantara dua jaring lapisan luar (outer net) yang ukuran mata jaringnya lebih besar. Pada umumnya ukuran outer net adalah 4-5 kali lebih besar daripada ukuran inner net. Ikan akan terpuntal pada mata jaring bagian dalam setelah melewati mata jaring bagian luar. (Nomura dan Yamazaki, 1977).

Menurut jenis bahan yang dipakai, trammel net di wilayah perairan Indonesia bisa dikategorikan ke dalam tiga jenis, yaitu jaring tiga lapis monofilament, jaring tiga lapis multifilament, dan jaring tiga lapis kombinasi keduanya. Jaring lapisan dalam dengan mata jaring berukuran kecil diapit oleh dua lembar jaring lapisan luar dengan mata jaring berukuran lebih besar yang berfungsi sebagai bingkai. Tinggi jaring lapisan dalam yang dipasang melebihi tinggi jaring lapisan luar menyebabkan jaring lapisan dalam menjadi sangat kendur (high slackness). Kondisi ini memudahkan ikan untuk tertangkap secara terpuntal maupun terjebak ke dalam kantong (pocketing) yang dibentuk oleh jaring lapisan dalam. Agar proses tertangkapnya ikan secara pocketing dapat berjalan lancar, mata jaring ukuran besar (jaring lapisan luar) harus tepat saling berhadapan satu sama lain sehingga kantong dapat terbentuk (Von Brandt, 1984).

Alat Tangkap | Trammel Net

Subani dan Barus (1989) menjelaskan bahwa dalam pengoperasiannya alat tangkap ini dibiarkan menetap pada dasar perairan atau bisa juga dengan cara dihanyutkan. Dengan menggunakan cara seperti itu maka ikan akan tertangkap secara terjerat atau terpuntal pada mata jaring. Satu unit penangkapan trammel net merupakan satu kesatuan teknis yang saling menunjang dalam operasional penangkapan. Dalam satu kesatuan teknis tersebut terdiri atas perahu, nelayan dan alat tangkap itu sendiri.

Alat Tangkap | Trammel Net

Sumber :

  • Subani W dan HR Barus. 1989. Alat Penangkapan Ikan dan Udang Laut di Indonesia.
  • Von Brandt, A. 1984. Fish Catching Methods of The World.
  • Nomura, M dan Yamazaki. 1977. Fishing Technique.
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*