Alat Tangkap Trawl

Alat Tangkap Bottom Trawl

Perikananindonesia.com kali ini akan memberikan sebuah informasi mengenai Alat Tangkap Trawl. Alat tangkap ini menjadi sebuah polemik cukup panjang. Kenapa menjadi polemik ? Karena alat tangkap ini dapat menangkap banyak ikan, namun bukanlah yang menjadi target utama tangkapan. Sehingga banyak ikan yang dibuang. Tidak hanya itu saja, namun banyak karang-karang di dasar perairan yang hancur saat pengoperasian trawl. Untuk lebih jelasnya mari kita simak bersama ulasan di bawah ini.

Alat Tangkap Trawl

Menurut Subani dan Barus (1989), trawl adalah suatu jaring kantong yang ditarik dibelakang kapal menelusuri permukaan dasar perairan untuk menangkap ikan, udang dan jenis demersal lainnya. Dalam SK Menteri Pertanian Nomor 503/KPTS/UM/1980 dijelaskan bahwa trawl didefinisikan sebagai jenis jaring yang berbentuk kantong yang ditarik oleh sebuah kapal bermotor dan menggunakan sebuah alat pembuka mulut jaring yang disebut gawang (beam) atau sepasang alat pembuka (otter board) dan jaring yang ditarik oleh dua kapal motor. Jenis jaring trawl dikenal dengan pukat harimau, pukat tarik, tangkul tarik, jaring tarik, jaring tarik ikan, pukat Apollo, serta pukat langgai. Sesuai dengan cara terbukanya mulut jaring, pada dasarnya trawl secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu (Subani dan Barus, 1989):

  1. Otter trawl: terbukanya mulut jaring dikarenakan adanya dua buah papan atau otter board yang dipasang diujung muka kaki/sayap jaring yang prinsipnya menyerupai layang–layang.
  2. Beam trawl: terbukanya mulut jaring dikarenakan bentangan (rentangan) kayu pada mulut jaring.
  3. Pair trawl: terbukanya mulut jaring karena ditarik oleh dua buah kapal yang jalannya sejajar dengan jarak tertentu.

Trawl terkenal dengan by-cath atau hasil tangkapan sampingan yang melimpah. Hal ini terjadi karena trawl merupakan alat tangkap ikan yang mampu menangkap berbagai jenis dan ukuran hasil tangkapan. Matsuko dan Arimoto (1997) menyatakan bahwa by-cath adalah hasil tangakapn yang tidak diinginkan, tidak memiliki kegunaan yang cukup berarti, dan seringkali dibuang kembali ke laut dari saat tertangkap. By-cath dikategorikan sebagai hasil tangkapan dari hewan yang dilindungi yang tidak termasuk target penangkapan, spesies yang merupakan target penangkapan secara prinsip namun penangkapannya dibatasi demi kelangsungan sumberdaya, juvenile dari ikan target penangkapan komersial. Spesies komersial namun dibuang diakibatkan karena kerusakan dan penurunan kualitas, hasil tangkapan bernilai komersial tinggi namun dibuang karena jumlah yang sedikit dari penangkapan dalam satu waktu, spesies yang memiliki nilai komersial rendah dan ikan–ikan yang tidak dianggap oleh manusia dalam pemanfaatan sumberdaya perairan.

Alat Tangkap Trawl

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*